Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, SMPN 3 Kramatwatu menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Maulid Nabi diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMPN 3 Kramatwatu. Suasana kegiatan semakin meriah dengan berbagai rangkaian acara yang telah dipersiapkan, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat, sambutan, hingga tausiah atau ceramah keagamaan.
Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang berakhlak mulia. Dengan meneladani sikap dan perilaku Rasulullah SAW, diharapkan para siswa mampu menerapkannya baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Antusiasme para siswa terlihat dari keikutsertaan mereka dalam setiap rangkaian acara. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh warga SMPN 3 Kramatwatu untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan semangat untuk mencintai dan meneladani Rasulullah SAW semakin tumbuh dalam diri seluruh siswa. Semoga kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat serta menjadi langkah positif dalam membentuk generasi SMPN 3 Kramatwatu yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Kramatwatu, 17 Agustus 2026— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMPN 3 Kramatwatu berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat nasionalisme. Upacara bendera dilaksanakan di lapangan upacara SMPN 3 Kramatwatu dan diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX.
Upacara tersebut melibatkan pengurus OSIS sebagai petugas upacara, Pasukan Paskibra SPENTRIK sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih, serta tim paduan suara sekolah yang turut mengiringi rangkaian upacara dengan penuh khidmat.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMPN 3 Kramatwatu, Endang Daruqutni, menyampaikan amanat yang mengajak seluruh peserta didik untuk memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melanjutkan perjuangan sesuai dengan tantangan zaman.
Dalam amanatnya, Endang menyampaikan bahwa bentuk perjuangan generasi masa kini berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga, maka generasi saat ini menghadapi tantangan berupa perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perubahan sosial, serta tuntutan dunia yang semakin dinamis.
“Perjuangan kita hari ini adalah menaklukkan tantangan zaman dan menaklukkan diri sendiri. Senjata kalian hari ini adalah ilmu pengetahuan, keterampilan, pola pikir, sikap, dan karakter.”
Pesan tersebut menjadi inti amanat pembina upacara sekaligus refleksi bagi peserta didik bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kesiapan untuk menghadapi masa depan. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna perkembangan zaman, tetapi harus mampu menjadi pribadi yang dapat belajar, beradaptasi, berkarya, dan memberikan manfaat.
Empat Bekal Menghadapi Masa Depan
Dalam amanatnya, Kepala SMPN 3 Kramatwatu menekankan empat bekal penting yang perlu dibangun oleh peserta didik, yaitu Skill, Mindset, Attitude, dan Karakter.
Skill atau keterampilan menjadi bekal pertama. Peserta didik didorong untuk mengenali potensi dan bakat masing-masing serta terus mengembangkan keterampilan melalui latihan, pengalaman, keberanian mencoba, dan kemauan untuk belajar. Keterampilan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses dan latihan yang dilakukan secara konsisten.
Bekal kedua adalah Mindset atau pola pikir. Peserta didik diajak membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset), yaitu tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kalimat “saya tidak bisa” harus diubah menjadi “saya belum bisa, tetapi saya akan belajar sampai bisa”. Kesalahan dan kegagalan hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses untuk berkembang.
Selanjutnya adalah Attitude atau sikap. Kecerdasan dan keterampilan harus berjalan seiring dengan sikap yang baik. Peserta didik diingatkan untuk menghormati guru, menghargai teman, menghargai perbedaan, bertanggung jawab atas kesalahan, serta membiasakan diri berkata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”.
Sementara itu, karakter menjadi fondasi utama. Karakter tercermin dari kejujuran ketika tidak ada yang melihat, kedisiplinan meskipun tidak diawasi, tanggung jawab ketika melakukan kesalahan, serta kesediaan untuk tetap berbuat baik meskipun tidak mendapatkan pujian.
Keempat bekal tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah pesan sederhana namun kuat:
Skill membuat kalian mampu. Mindset membuat kalian mau berkembang. Attitude membuat kalian dihargai. Karakter membuat kalian dipercaya.”
Pesan ini menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kemampuan untuk terus berkembang, berinteraksi secara positif, serta memiliki integritas dan karakter yang kuat.
Jangan Biarkan Teknologi Mengendalikan Diri
Selain membangun kompetensi dan karakter, peserta didik juga diajak untuk bijak menghadapi perkembangan teknologi. Di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat.
Peserta didik diingatkan agar tidak membiarkan teknologi justru mengendalikan kehidupan mereka. Kemampuan menggunakan teknologi harus diiringi dengan kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, menjaga etika, serta bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan di ruang digital.
Endang juga mengingatkan peserta didik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, tidak menyebarkan kebencian, serta tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.
Keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, kemampuan, dan latar belakang merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga melalui persatuan dan sikap saling menghargai.
Mengisi Kemerdekaan dengan Karya
Menjelang akhir amanat, Kepala SMPN 3 Kramatwatu mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab baru.
Generasi muda memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, berinovasi, berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Para peserta didik juga diingatkan bahwa suatu saat nanti mereka akan menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Karena itu, sejak sekarang mereka harus mempersiapkan diri agar menjadi generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga terampil, memiliki pola pikir maju, berperilaku baik, dan berkarakter kuat.
Menutup amanatnya, Endang mengajak seluruh peserta didik untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui cara yang sesuai dengan tantangan masa kini.
“‘Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan bukan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan mengangkat ilmu, mengangkat prestasi, mengangkat martabat, dan memberikan karya terbaik bagi Indonesia.”Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMPN 3 Kramatwatu akhirnya tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk kembali memahami makna kemerdekaan dan tanggung jawab generasi penerus bangsa.
Melalui momentum tersebut, SMPN 3 Kramatwatu terus mendorong lahirnya generasi yang terampil, berpikiran maju, memiliki sikap yang baik, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Sebuah pesan sederhana menjadi refleksi dari amanat tersebut:
Skill untuk berkarya. Mindset untuk bertumbuh. Attitude untuk menghargai. Karakter untuk menjadi pribadi yang berarti.
Kramatwatu, 23 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pasukan Khusus Pramuka SMPN 3 Kramatwatu (PASSENTRIK). Dalam kegiatan Lomba Hari Pramuka ke-65 dan Lomba Tingkat (LT) II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kramatwatu, PASSENTRIK berhasil membawa pulang 16 penghargaan dari berbagai cabang perlombaan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat–Minggu, 21–23 Agustus 2026, bertempat di Perumahan Emarland Village, Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka sekaligus ajang untuk mengembangkan keterampilan, karakter, kreativitas, kedisiplinan, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan peserta didik.
Gerakan Pramuka memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui pendidikan dan pembinaan watak serta keterampilan dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Melalui kegiatan kepramukaan, peserta didik diarahkan untuk tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, beriman dan bertakwa, serta berkepribadian Pancasila.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu Gerakan Pramuka dalam rangka revitalisasi Pramuka, memotivasi pembina di setiap Gugus Depan, mengamalkan nilai-nilai luhur perjuangan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam kegiatan tersebut, SMPN 3 Kramatwatu mengirimkan dua regu PASSENTRIK, yaitu Regu Putra dan Regu Putri, masing-masing terdiri atas delapan peserta didik.Regu Putra terdiri atas Azzam Fajar Edi Arrasid (9E), Muhamad Yoga Fudholi (9C), Mochamad Jaris Faezya (9G), Salman Hamizan (8E), Muhamad Ichsan Maulana (8F), Wildan Mufassir (8B), M. Fauza Roisul Ikhsan (8C), dan Farrel Atharizz Chalief (7E).
Sementara itu, Regu Putri diperkuat oleh Shina Alicia Hermawati (9E), Naila Zahrani (9B), Kaila Mulyani (9A), Hana Aqila Mazaya (9B), Cahya Wening Wahyukusuma (9D), Nafisatur Rizqiyyah (8A), Aina Talitha Zahran (8H), dan Vanessa Qiya Nabila (8F).
Kedua regu tersebut mengikuti kegiatan di bawah pembinaan Rosita Widyastutik selaku Pembina Pramuka dan Latief Nur Muhamad Rasyid sebagai pelatih. Persiapan dan pembinaan yang dilakukan menjadi bagian penting dalam membekali peserta menghadapi berbagai tantangan perlombaan.
Dalam pelaksanaannya, PASSENTRIK mengikuti 13 jenis perlombaan, yaitu administrasi regu, packing, tapak kemah, yel-yel, P3K, peta pita, tata boga, semboyan/isyarat sandi, pioneering, menaksir, teknologi tepat guna (TTG), dance semaphore, dan PBB. Berbagai cabang tersebut menguji kemampuan peserta dalam hal ketangkasan, ketelitian, kreativitas, keterampilan teknis, kerja sama, komunikasi, kedisiplinan, serta kemampuan menyelesaikan tantangan secara efektif.
Hasilnya sangat membanggakan. PASSENTRIK berhasil meraih 16 penghargaan dari berbagai kategori perlombaan.Pada kategori Regu Berprestasi, Regu Putri berhasil meraih Juara 1 Regu Berprestasi Tinggi, sedangkan Regu Putra meraih Juara 2 Regu Berprestasi Baik.
Atas pencapaian tersebut, Regu Putri PASSENTRIK SMPN 3 Kramatwatu juga berhak melaju sebagai wakil Kwartir Ranting (Kwaran) Kramatwatu untuk mengikuti Lomba Tingkat (LT) III di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Serang. Capaian ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab baru bagi Regu Putri PASSENTRIK untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada tingkat yang lebih tinggi.
Prestasi juga diraih Regu Putra melalui Juara 1 Packing, Juara 1 Yel-Yel, Juara 1 Dance Semaphore, dan Juara 1 Peta Pita. Selain itu, Regu Putra memperoleh Juara 3 Tapak Kemah, Juara 3 Isyarat Sandi, serta Juara 3 Tata Boga. Sementara itu, Regu Putri berhasil meraih Juara 2 Packing, Juara 2 Teknologi Tepat Guna (TTG), Juara 2 Isyarat Sandi, Juara 1 Dance Semaphore, Juara 2 Tata Boga, Juara 2 Peta Pita, serta Juara 1 PBB.
Menanggapi pencapaian tersebut, Kepala SMPN 3 Kramatwatu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pembina, pelatih, guru, orang tua, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota PASSENTRIK atas semangat, kerja keras, dan kekompakan hingga berhasil meraih 16 penghargaan. Apresiasi juga saya sampaikan kepada Ka Rosita, Kak Latief , pembantu pendamping, Bapak/Ibu guru, dan para orang tua atas pembinaan serta dukungan yang diberikan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berprestasi dan tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter,” ujar Kepala SMPN 3 Kramatwatu.
Lebih dari sekadar perolehan penghargaan, keikutsertaan PASSENTRIK dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik. Berbagai tantangan yang dihadapi selama perlombaan melatih mereka untuk mampu bekerja sama, mengambil keputusan, memecahkan masalah, berkomunikasi, serta tetap disiplin dan sportif dalam situasi yang penuh tantangan.
Prestasi yang diraih PASSENTRIK juga menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan dapat menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter. Melalui pengalaman nyata di lapangan, peserta didik tidak hanya memperoleh keterampilan kepramukaan, tetapi juga belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, kreativitas, dan semangat pantang menyerah.
Bagi SMPN 3 Kramatwatu, pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai aktivitas positif lainnya. Prestasi hari ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses untuk terus tumbuh, belajar, dan menjadi lebih baik.
Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PASS ENTRIK SMPN 3 Kramatwatu. Terus berprestasi, terus berproses, dan terus tumbuh menjadi generasi Pramuka yang tangguh, berkarakter, berjiwa Pancasila, serta siap menghadapi tantangan zaman. (Admin)
Kramatwatu — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di SMPN 3 Kramatwatu melalui *FESTARA (Festival Nusantara HUT Kemerdekaan RI SMPN 3 Kramatwatu)* yang digelar selama dua hari, *18–19 Agustus 2026*. Kegiatan yang digagas oleh Pembina OSIS bersama pengurus OSIS tersebut menghadirkan berbagai aktivitas yang memadukan olahraga, hiburan, perlombaan, serta penguatan kebersamaan seluruh warga sekolah.
Sejak tahap persiapan, pengurus OSIS yang tergabung dalam panitia FESTARA telah menunjukkan antusiasme dan semangat untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Bagi para siswa, keterlibatan sebagai panitia bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam belajar bekerja sama, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan mengelola sebuah kegiatan.
Semangat tersebut sebelumnya juga disampaikan oleh crew panitia FESTARA 2026 melalui media sosial OSIS SMPN 3 Kramatwatu.
_”Bukan sekadar panitia, tapi satu tim yang siap bekerja sama, berproses, dan menciptakan momen seru yang bakal jadi cerita. Dengan semangat kompak, solid, dan penuh tanggung jawab, kami siap menyukseskan seluruh rangkaian lomba dan acara FESTARA 2026,”_ ungkap crew panitia FESTARA 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa FESTARA sekaligus menjadi ruang bagi pengurus OSIS untuk belajar melalui pengalaman nyata. Mereka tidak hanya menjadi pelaksana teknis kegiatan, tetapi juga belajar membangun kekompakan dan menyatukan berbagai peran untuk mencapai satu tujuan bersama.
Rangkaian FESTARA dimulai pada *18 Agustus 2026* dengan kegiatan *jalan santai* yang dimulai sekitar pukul *07.00 WIB*. Para peserta berjalan bersama menyusuri rute di luar lingkungan sekolah dalam suasana penuh semangat dan keakraban. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi momentum membangun kebersamaan dan keceriaan dalam menyambut peringatan kemerdekaan.
Kemeriahan semakin bertambah dengan adanya *doorprize* bagi peserta jalan santai. Setiap peserta memperoleh kupon yang kemudian *diundi oleh panitia OSIS*. Pengundian berlangsung penuh antusiasme, terutama saat nomor-nomor pemenang diumumkan oleh panitia. Sorak kegembiraan pun mewarnai suasana ketika para peserta mengetahui nomor kupon mereka menjadi salah satu pemenang.
Wakil Kepala SMPN 3 Kramatwatu bidang Kesiswaan, **Anis Taroji*, mengapresiasi kreativitas dan semangat para siswa dalam mengemas peringatan HUT Kemerdekaan melalui FESTARA.
_“FESTARA bukan hanya tentang lomba dan kemeriahan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, bertanggung jawab, dan membangun rasa percaya diri. Saya sangat mengapresiasi kerja keras pengurus OSIS dan dukungan seluruh warga sekolah sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan meriah dan tertib,”_ ujar Anis Taroji.
Setelah jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan **berbagai perlombaan khas HUT Kemerdekaan** yang diikuti oleh peserta didik. Beragam lomba tersebut berlangsung semarak dengan dukungan dan sorak-sorai para peserta. Meskipun dikemas dalam suasana santai dan menghibur, setiap perlombaan tetap mengedepankan sportivitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan.
Kemeriahan FESTARA berlanjut pada **19 Agustus 2026** dengan melibatkan **seluruh dewan guru dan unsur pegawai tata usaha**. Kegiatan diawali dengan **senam sehat/Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)** bersama. Setelah itu, para guru dan tenaga kependidikan turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia OSIS.
Suasana yang semula formal berubah menjadi penuh gelak tawa dan keceriaan. Guru dan tenaga kependidikan larut dalam keseruan berbagai perlombaan. Kekompakan, spontanitas, dan sportivitas terlihat sepanjang kegiatan, menjadikan hari kedua FESTARA sebagai momentum mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan SMPN 3 Kramatwatu.
Kesan positif pun disampaikan sejumlah guru setelah mengikuti rangkaian kegiatan. *Novitri**, salah seorang guru SMPN 3 Kramatwatu, mengapresiasi kerja keras panitia dan mengaku terhibur dengan kegiatan yang diselenggarakan.
_“Terima kasih buat kerja keras dan kekompakan Pak Enri, Bu Ega, Pak Anis, dan tim OSIS. Alhamdulillah, terhibur, guru-guru happy. Semoga ke depan lombanya lebih seru dan kreatif lagi,”_ ungkap Novitri.
Senada dengan itu, **Niken** juga menyampaikan apresiasinya terhadap panitia FESTARA.
_“Terima kasih Pak Enri dan tim atas kerja kerasnya. Seruuuu banget!”_ ujar Niken dengan penuh antusias.
Sementara itu, **Desmiri** mengungkapkan keseruan kegiatan dengan gaya yang lebih jenaka. Baginya, kegiatan FESTARA tidak hanya menghadirkan rasa lelah, tetapi juga kebahagiaan dan kejutan berupa hadiah yang diperolehnya.
_“Alhamdulillah, rezeki tahun ini luar biasa. Semakin rajin mencuci saya bekerja, gegara dapat Soklin cair. Ada capeknya, tapi ada happy-nya,”_ tutur Desmikir sambil berseloroh.
Beragam komentar tersebut menggambarkan bahwa kemeriahan FESTARA tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh para guru dan tenaga kependidikan. Lomba-lomba yang dikemas secara santai mampu menciptakan suasana akrab, penuh tawa, sekaligus menjadi ruang untuk melepas sejenak rutinitas pekerjaan.
Kememeriahan FESTARA juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang turut memberikan **sponsorship** untuk menyukseskan kegiatan. Dukungan tersebut antara lain berasal dari **Koperasi Sekolah, Kantin Sekolah, Alima Es, Es Teh Manis Solo**, serta sejumlah pihak lainnya. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan kolaborasi dalam menciptakan kegiatan sekolah yang meriah sekaligus memberikan pengalaman positif bagi peserta didik.
Pembina OSIS SMPN 3 Kramatwatu, **Enry**, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus OSIS yang telah bekerja keras sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
_“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 RI sudah berjalan dengan sukses. Saya selaku Pembina OSIS mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Insyaallah, semua kekurangan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi kami sebagai Pembina OSIS dan anggota OSIS untuk menjadi lebih baik ke depannya,”_ ungkap Enry.
Enry juga menyampaikan bahwa seluruh hadiah dan doorprize yang diberikan merupakan bentuk apresiasi dan kebersamaan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan.
_“Semoga hadiah yang didapatkan dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Bagi yang belum mendapatkan hadiah, kami mohon maaf sebesar-besarnya karena memang inilah yang dapat kami berikan. Yang terpenting adalah kebersamaan dan semangat kita dalam memeriahkan kemerdekaan,”_ tambahnya.
FESTARA tidak sekadar menjadi agenda untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran bagi peserta didik dalam mengembangkan **kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, komunikasi, dan sportivitas** melalui pengalaman nyata dalam berorganisasi.
Melalui FESTARA, SMPN 3 Kramatwatu menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dan berkarya. Kolaborasi antara siswa, guru, tenaga kependidikan, serta berbagai pihak pendukung menjadi bagian penting dari suksesnya kegiatan tersebut.
Atas dukungan dan partisipasi seluruh pihak, FESTARA 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan. Ia menjadi ruang untuk **bergerak bersama, belajar bersama, tertawa bersama, dan merayakan kemerdekaan dalam suasana penuh kebersamaan.**
Kramatwatu, Senin, 10 Agustus 2026 — Senin pagi di SMPN 3 Kramatwatu diawali dengan suasana penuh khidmat dan semangat melalui pelaksanaan upacara bendera rutin, Senin, 10 Agustus 2026. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti upacara sebagai bagian dari pembiasaan disiplin sekaligus penguatan karakter di awal pekan.
Pada kesempatan kali ini, peserta didik kelas 9C mendapat kepercayaan sebagai petugas upacara. Kepercayaan tersebut dijalankan dengan penuh kesungguhan. Sejak persiapan hingga seluruh rangkaian upacara selesai, para petugas menunjukkan kesiapan, ketertiban, kekompakan, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas yang dipercayakan kepada mereka.
Penampilan petugas kelas 9C terlihat semakin meyakinkan ketika mereka menjalankan tugas dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih. Dengan sikap tegap, gerakan yang terkoordinasi, serta konsentrasi yang terjaga, mereka mampu menjalankan salah satu bagian penting upacara dengan baik.
Kesigapan tersebut menjadi gambaran bahwa tugas sebagai petugas upacara bukan sekadar menjalankan peran seremonial, tetapi juga merupakan proses pembelajaran karakter. Di dalamnya terdapat latihan kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan kemampuan untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
9C Menunjukkan Kesiapan dan Dedikasi
Keberhasilan pelaksanaan tugas kelas 9C pada upacara kali ini patut mendapat apresiasi. Mereka tidak hanya tampil sebagai petugas, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk memberikan yang terbaik dalam mengawali pekan bagi seluruh warga sekolah.
Kesiapan tersebut terlihat dari kekompakan barisan, ketepatan dalam menjalankan tugas, hingga kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan upacara.
Apresiasi diberikan kepada seluruh petugas kelas 9C atas dedikasi, kesigapan, dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan. Keberhasilan mereka diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus inspirasi bagi kelas-kelas lainnya untuk berani mengambil tanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah.
Bagi peserta didik, pengalaman menjadi petugas upacara juga merupakan kesempatan untuk belajar bahwa sebuah tugas yang dipercayakan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan lahir dari latihan, kesiapan, kekompakan, dan kemauan untuk bertanggung jawab.
Paduan Suara Hadirkan Harmoni di Tengah Kekhidmatan Upacara
Nuansa upacara semakin lengkap dengan penampilan tim paduan suara SMPN 3 Kramatwatu di bawah pembinaan Ibu Tetty.
Dengan komposisi suara yang tertata dan penampilan yang penuh percaya diri, tim paduan suara turut menghidupkan suasana upacara melalui rangkaian lagu dan penghormatan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan upacara bendera.
Tim paduan suara mengiringi pelaksanaan Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, serta lagu “Rukun Sama Teman”. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan warna dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, musikalitas, keberanian tampil, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Di bawah bimbingan Ibu Tetty, anak-anak paduan suara belajar bahwa menghasilkan harmoni membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan bernyanyi. Setiap anggota harus mampu mendengarkan, menyesuaikan suara, menjaga tempo, mengikuti aba-aba, dan menempatkan diri sebagai bagian dari sebuah kesatuan.
Dari situlah nilai pendidikan hadir: setiap suara memiliki peran, dan setiap peran menjadi penting ketika dijalankan bersama.
Dari Lapangan Upacara, Tumbuh Karakter
Pelaksanaan upacara Senin pagi ini menjadi gambaran bahwa kegiatan rutin di sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang kaya akan nilai.
Petugas upacara belajar tentang kepemimpinan dan tanggung jawab. Tim paduan suara belajar tentang harmoni dan kerja sama. Sementara seluruh peserta didik belajar tentang kedisiplinan, ketertiban, penghormatan terhadap simbol negara, dan kesiapan mengikuti kegiatan sekolah.
Dalam konteks tersebut, apresiasi tidak hanya diberikan kepada mereka yang tampil di depan, tetapi juga kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan mendukung terlaksananya upacara dengan baik.
Khusus kepada kelas 9C, penampilan mereka pada Senin pagi ini menjadi catatan positif dalam perjalanan mereka sebagai peserta didik SMPN 3 Kramatwatu. Kesigapan dan kesungguhan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa ketika sebuah amanah diberikan dan dipersiapkan dengan baik, hasilnya dapat menjadi kebanggaan bersama.
Begitu pula kepada tim paduan suara di bawah pembinaan Ibu Tetty, apresiasi diberikan atas kontribusinya dalam menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus harmonis sepanjang rangkaian upacara.
Upacara bendera akhirnya bukan sekadar rutinitas setiap Senin pagi. Ia menjadi panggung kecil tempat karakter dibentuk, tanggung jawab dilatih, bakat dikembangkan, dan kebersamaan dirawat.
Senin pagi di SMPN 3 Kramatwatu pun dimulai dengan satu pesan sederhana: datang dengan disiplin, bertugas dengan tanggung jawab, tampil dengan percaya diri, dan tumbuh bersama dalam harmoni.
SMPN 3 Kramatwatu — Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Terampil.
Kramatwatu, Senin, 10 Agustus 2026 — SMPN 3 Kramatwatu kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin pagi, 10 Agustus 2026. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh khidmat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik bersama Kepala Sekolah, dewan guru, dan tenaga kependidikan SMPN 3 Kramatwatu. Pada pelaksanaan kali ini, kelas 9C mendapat kepercayaan sebagai petugas upacara, sementara Ibu Harty selaku wali kelas 9C bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Ibu Harty mengingatkan kembali pentingnya kedisiplinan waktu sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, disiplin tidak hanya ditunjukkan melalui kehadiran tepat waktu di sekolah, tetapi juga melalui kepatuhan terhadap waktu pergantian jam pelajaran.
«“Ketika jam pelajaran sudah berganti, anak-anak harus segera masuk dan mengikuti pembelajaran berikutnya. Jangan sampai sudah masuk jam pelajaran baru, justru masih meminta izin untuk berganti pakaian.”»
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran olahraga. Ibu Harty mengingatkan agar siswa yang telah selesai mengikuti kegiatan olahraga segera mengganti pakaian olahraga dengan seragam yang sesuai, sehingga tidak mengganggu ketepatan waktu mengikuti pembelajaran pada jam berikutnya.
«“Setelah olahraga, upayakan langsung berganti kostum. Jangan menunggu sampai jam pelajaran berikutnya sudah dimulai, baru kemudian izin untuk berganti pakaian.”»
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari latihan tanggung jawab dan penghargaan terhadap waktu, baik waktu pribadi maupun waktu belajar bersama.
Selain mengenai disiplin waktu, Ibu Harty juga mengingatkan peserta didik mengenai pembiasaan pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, khususnya kegiatan membaca Al-Qur’an. Pembiasaan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembentukan karakter religius peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, pembacaan Juz 30 diarahkan untuk dimulai dari Surah An-Naba, kemudian dilanjutkan secara berurutan hingga Surah An-Nas. Dengan demikian, pembiasaan membaca Al-Qur’an tidak dimulai dari Surah An-Nas, tetapi dari bagian awal Juz 30.
«“Pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum KBM bukan hanya sekadar rutinitas. Mari kita biasakan membaca Juz 30 dengan dimulai dari Surah An-Naba, kemudian dilanjutkan sampai Surah An-Nas.”»
Pesan-pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik bahwa disiplin, tanggung jawab, dan pembiasaan positif merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Ketepatan waktu dalam mengikuti pembelajaran serta konsistensi dalam menjalankan pembiasaan pagi diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang tertib, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Upacara bendera Senin pagi ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh warga SMPN 3 Kramatwatu untuk mengawali pekan dengan semangat baru, memperkuat kedisiplinan, serta membangun budaya sekolah yang positif.
SMPN 3 Kramatwatu — Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Terampil.
Serang, 1 Juni 2026 – Usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Serang Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Alun-Alun Kramatwatu, sejumlah dewan guru dan Kepala Tata Usaha SMPN 3 Kramatwatu secara spontan dan insidental melanjutkan kegiatan dengan melakukan wisata sejarah ke situs Keraton Kaibon yang terletak di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kegiatan tersebut dibersamai oleh Kepala SMPN 3 Kramatwatu, Endang Daruqutni, Ketua MKKS SMP Kabupaten Serang, Wahid Hasyim, serta Kegtua MKPS, Sriyono. Kunjungan ini menjadi bagian dari refleksi kebangsaan setelah mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila, sekaligus momentum untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah dan budaya yang dimiliki Banten.
Di tengah hamparan reruntuhan bangunan kuno yang masih berdiri kokoh, para peserta menyusuri setiap sudut kawasan Keraton Kaibon sambil berdiskusi ringan mengenai perjalanan sejarah Kesultanan Banten dan nilai-nilai yang dapat dipetik untuk kehidupan masa kini. Suasana tersebut menghadirkan kesadaran bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sumber pembelajaran yang relevan dalam membangun karakter dan jati diri bangsa.
Kunjungan ke Keraton Kaibon ini tidak semata-mata menjadi sarana melepas lelah setelah mengikuti rangkaian upacara yang berlangsung sejak pagi hari ataupun sekadar mengabadikan momen melalui swafoto di situs bersejarah. Lebih dari itu, kegiatan ini dimaknai sebagai ruang belajar kontekstual bagi para pendidik untuk memperkuat literasi sejarah, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, dan kebangsaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari semangat Pancasila.
Di sela-sela penelusuran kawasan situs, salah seorang guru yang turut dalam rombongan tampak mengamati sisa-sisa bangunan keraton dengan penuh kekaguman. Sambil memperhatikan ketebalan dinding dan struktur bangunan yang masih berdiri kokoh meski telah berusia lebih dari dua abad, ia berujar, “Luar biasa ya, bangunannya sudah sangat lama tetapi sebagian strukturnya masih tampak kuat dan kokoh. Padahal pada masa itu teknologi konstruksi modern dan penggunaan besi seperti sekarang belum dikenal luas.” Ungkapan tersebut kemudian memantik diskusi ringan mengenai kecerdasan arsitektur dan teknik bangunan para leluhur yang mampu menghasilkan konstruksi berdaya tahan tinggi hingga tetap dapat disaksikan oleh generasi masa kini.
Suasana edukatif semakin terasa ketika rombongan menjumpai sejumlah pelajar SMA yang tergabung dalam komunitas sastra sedang melakukan proses pengambilan gambar untuk sebuah film pendek di kawasan Keraton Kaibon. Dengan memanfaatkan latar situs bersejarah tersebut, para siswa tampak serius memainkan peran sesuai skenario yang mereka susun secara mandiri.
Melihat aktivitas tersebut, Kepala SMPN 3 Kramatwatu, Endang Daruqutni, sempat menyapa dan berdialog ringan dengan para pelajar.
“Adik-adik sedang apa?” tanyanya.
“Sedang shooting film pendek, Pak,” jawab salah seorang siswa.
“Film sekolah atau komunitas?”
“Komunitas, Pak. Kami dari komunitas sastra beberapa SMA di Kota Serang,” jawab mereka, sambil bersiap melanjutkan proses pengambilan gambar untuk salah satu adegan yang telah disusun dalam skenario film pendek tersebut.
Percakapan singkat tersebut menghadirkan optimisme bahwa situs-situs sejarah tidak hanya menjadi ruang belajar tentang masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi kreativitas generasi muda dalam berkarya melalui sastra, film, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.
Di sudut lain kawasan Keraton Kaibon, rombongan juga menjumpai sejumlah anggota Pramuka Penegak yang tengah mengikuti kegiatan kepramukaan dan ujian kecakapan yang didampingi para pembinanya. Kehadiran para anggota Pramuka tersebut semakin menguatkan fungsi Keraton Kaibon sebagai ruang pembelajaran terbuka yang mampu mempertemukan sejarah, pendidikan karakter, dan aktivitas kepemudaan dalam satu tempat yang sama.
Rasa ingin tahu terhadap sejarah Keraton Kaibon juga mendorong rombongan yang diwakili kepala sekolah, mengunjungi pusat informasi yang berada di sekitar area pintu masuk kompleks. Di lokasi tersebut, berbincang dengan petugas yang bertugas menjaga kawasan sekaligus melayani pengunjung. Dari percakapan tersebut diperoleh berbagai informasi mengenai sejarah singkat Keraton Kaibon, proses pemugaran yang pernah dilakukan, hingga perkembangan kawasan Banten Lama sebagai destinasi wisata sejarah dan religi yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Endang juga sempat bertanya dengan salah seorang guru mengenai pemanfaatan situs sejarah lokal sebagai sumber belajar peserta didik.
“Ibu pernah membawa anak-anak berkunjung ke sini untuk kegiatan pembelajaran atau outing class?” tanyanya.
Guru tersebut menjawab bahwa hingga saat ini sekolah belum pernah secara khusus melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan di Keraton Kaibon.
Percakapan sederhana tersebut kemudian memunculkan gagasan bahwa kekayaan sejarah yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah sesungguhnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran kontekstual. Melalui kunjungan langsung ke situs-situs sejarah daerah, peserta didik tidak hanya membaca sejarah dari buku, tetapi juga dapat menyaksikan, merasakan, dan memahami jejak peradaban yang pernah tumbuh di tanah Banten.
Menurut berbagai sumber sejarah, termasuk Wikipedia Bahasa Indonesia serta buku Keraton Kaibon: Sejarah, Arsitektur, Fungsi dan Potensi Cagar Budaya Menurut Analisis SWOT karya Eneng Malihatunnajiah dkk. yang dieditori Dr. Muhamad Shoheh, M.A., Keraton Kaibon dibangun sekitar tahun 1815 oleh Sultan Syafiuddin sebagai kediaman bagi ibundanya, Ratu Aisyah. Nama “Kaibon” sendiri berasal dari kata kaibuan yang bermakna tempat tinggal ibu suri atau ibunda sultan.
Keraton ini pernah menjadi bagian penting dari kehidupan Kesultanan Banten sebelum akhirnya dihancurkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1832. Meski kini hanya menyisakan sebagian struktur bangunan dan gerbang bersejarah, Keraton Kaibon tetap menjadi salah satu situs cagar budaya penting di Banten serta destinasi wisata edukasi yang banyak dikunjungi masyarakat.
Berbagai kajian juga menunjukkan bahwa Keraton Kaibon memiliki potensi besar sebagai sarana pendidikan sejarah, penelitian, pelestarian budaya, dan pengembangan wisata edukatif. Karena itu, keberadaan situs ini perlu terus dijaga dan dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi generasi muda agar semakin mengenal sejarah dan identitas budayanya.
Kepala SMPN 3 Kramatwatu, Endang Daruqutni, menyampaikan bahwa kunjungan sejarah seperti ini memiliki nilai yang sangat penting bagi dunia pendidikan.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai melalui upacara seremonial semata, tetapi juga perlu diwujudkan melalui upaya mengenali sejarah bangsa dan daerah kita sendiri. Dari situs-situs seperti Keraton Kaibon, kita belajar tentang perjuangan, kepemimpinan, identitas budaya, serta pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari jati diri bangsa,” ujarnya.
Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 terasa semakin bermakna ketika semangat kebangsaan dipadukan dengan upaya mengenal dan mencintai warisan sejarah daerah. Keraton Kaibon bukan sekadar reruntuhan bangunan tua, melainkan saksi perjalanan peradaban yang mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, melestarikan budayanya, dan menjadikan nilai-nilai luhur sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kunjungan tersebut, para pendidik SMPN 3 Kramatwatu berharap semangat pelestarian sejarah dan penguatan karakter kebangsaan dapat terus ditanamkan kepada peserta didik. Sebab, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, warisan sejarah merupakan jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan bangsa Indonesia.
Kunjungan sederhana yang dilakukan pada momentum Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran terbaik tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat ditemukan di setiap jejak sejarah yang diwariskan para pendahulu untuk generasi penerus bangsa. (edeqi)
Kramatwatu, Sabtu 30 Mei 2026 — SMP Negeri 3 Kramatwatu Kabupaten Serang, Banten menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran Peserta Didik Kelas IX Tahun Akademik 2025–2026 dengan tema “Menggenggam Masa Depan, Meluaskan Harapan”, bertempat di Ball Room Hotel Mangkuputra Cilegon.
Kegiatan berlangsung khidmat, meriah, dan penuh kebersamaan. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala SMP Negeri 3 Kramatwatu Endang Daruqutni, M.Pd., Kepala SMP Negeri 3 Kramatwatu sebelumnya Bapak Ahmad Sutisna, S.Pd., Komite Sekolah, orang tua/wali peserta didik kelas IX, seluruh peserta didik kelas IX, serta Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 3 Kramatwatu.
Acara diawali sejak pagi dengan registrasi peserta, kemudian dibuka dengan penampilan pencak silat oleh peserta didik SMP Negeri 3 Kramatwatu. Selanjutnya kegiatan resmi dibuka, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Suasana semakin semarak dengan beragam penampilan seni dan kreativitas peserta didik, di antaranya Rampak Bedug, vocal group, tari piring, duet vokal, modern dance, dan penampilan seni lainnya yang mendapat apresiasi meriah dari seluruh tamu undangan.
Kegiatan juga diisi dengan penyampaian sepatah kata dari perwakilan peserta didik kelas VII dan VIII, perwakilan kelas IX, sambutan dari Komite Sekolah, sambutan Kepala Sekolah sebelumnya Bapak Ahmad Sutisna, S.Pd., serta sambutan Kepala SMP Negeri 3 Kramatwatu.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 3 Kramatwatu Endang Daruqutni, M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan dapat hadir bersama keluarga besar sekolah dalam momentum penuh makna tersebut.
Beliau juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Kepala Sekolah sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan dalam membersamai perjalanan SMP Negeri 3 Kramatwatu.
Kepada peserta didik kelas IX, beliau berpesan agar terus melangkah dengan percaya diri menuju masa depan.
“Menggenggam masa depan artinya belajar memegang erat cita-cita dan tujuan hidup. Meluaskan harapan berarti jangan pernah membatasi mimpi. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, hormati orang tua dan guru, serta bawalah nama baik keluarga dan almamater ke mana pun kalian melangkah.”
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan dan diberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi, baik akademik maupun nonakademik, termasuk peserta didik dengan capaian nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas IX Tahun Pelajaran 2025–2026.
Acara dilanjutkan dengan prosesi pengalungan medali kepada seluruh peserta didik kelas IX sebagai simbol apresiasi atas perjalanan pendidikan selama tiga tahun di SMP Negeri 3 Kramatwatu.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dalam suasana haru dan penuh rasa syukur.
Semoga seluruh peserta didik kelas IX SMP Negeri 3 Kramatwatu senantiasa diberikan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan, meraih cita-cita terbaik, dan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, tangguh, serta membawa manfaat bagi masyarakat.
Spentrik keren… menggenggam masa depan, meluaskan harapan.