Rangkai Kata, Tuai Makna: SMPN 3 Kramatwatu Gelar Pelatihan Penulisan Puisi

WhatsApp Image 2026-09-21 at 18.57.28 (2)

KRAMATWATU — Tim Literasi SMPN 3 Kramatwatu terus mendorong penguatan budaya literasi sekolah tidak hanya melalui kebiasaan membaca, tetapi juga dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk menuangkan gagasan dalam bentuk karya. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Penulisan Karya Sastra Puisi, yang dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026, di Ruang Laboratorium IPA SMPN 3 Kramatwatu.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB tersebut diikuti oleh 45 peserta didik yang tergabung dalam Komunitas Literasi Sekolah, bersama koordinator dan tim literasi dari unsur guru.
Mengusung tema “Rangkai Kata, Tuai Makna, Wujudkan Karya”, kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala SMPN 3 Kramatwatu, Endang Daruqutni, M.Pd. Sementara itu, hadir sebagai narasumber Rahmat Heldy, yang akrab disapa Kang Rahel, Duta Baca Banten 2018 sekaligus sastrawan dan pegiat literasi daerah.

Dalam sambutannya, Endang Daruqutni menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya literasi yang menghasilkan karya.

“Kegiatan ini jangan berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial. Kita ingin anak-anak tidak hanya memiliki kebiasaan membaca dan berliterasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya. Membaca memberi wawasan, sedangkan menulis memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan cara pandangnya terhadap kehidupan,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan program literasi sekolah dalam menerbitkan antologi puisi karya siswa dan guru melalui kerja sama dengan Nyalanesia, pengembang literasi nasional, dalam program GSMB (Gerakan Sekolah Menulis Buku).

Belajar Menulis dan Mendapatkan Review Langsung
Dalam sesi pelatihan, Kang Rahel tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis. Para peserta diajak memahami bagaimana menemukan ide, mengembangkan imajinasi, memilih kata, serta menyusun kata-kata menjadi sebuah puisi yang memiliki makna.

Peserta kemudian mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung menulis puisi berdasarkan media gambar yang diberikan narasumber. Setelah karya selesai, beberapa puisi siswa dibaca dan mendapatkan review serta masukan secara langsung dari Kang Rahel.

Dari proses tersebut terlihat sejumlah siswa telah mampu mengembangkan ide dan menyusun karya dengan cukup baik. Sementara beberapa karya lainnya masih memerlukan revisi dan pengembangan, terutama dalam aspek pemilihan diksi, detail penulisan, dan penguatan makna.

Bagi peserta, proses mendapatkan masukan secara langsung menjadi pengalaman yang berharga. Salah satunya disampaikan Sakila Auranaya Ahira, peserta pelatihan.

“Menurut saya, kegiatan hari ini sudah bagus, terlebih dengan adanya masukan terhadap hasil karya puisi yang kami buat. Ternyata masih banyak kekurangan dalam penulisan puisi yang perlu kami perbaiki. Dari kegiatan ini kami jadi lebih banyak mengetahui bagaimana memperbaiki puisi, terutama dalam hal detail penulisan dan pemilihan diksi,” ujar Sakila, saat memberikan testimoni.

Tiga Peserta Terbaik Disematkan Selendang Duta Literasi
Menariknya, pada penghujung kegiatan, Tim Literasi SMPN 3 Kramatwatu juga memberikan apresiasi kepada tiga peserta dengan hasil karya puisi terbaik.

Ketiga peserta tersebut adalah Hayu Safa Salsabila, Zanneta Putri Humaira, dan Sean Nabila.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penanda peran mereka dalam penguatan budaya literasi di sekolah, ketiganya mendapatkan selendang Duta Literasi. Penyematan selendang dilakukan secara bersama-sama oleh Kepala SMPN 3 Kramatwatu Endang Daruqutni, Duta Literasi Provinsi Banten Kang Rahel, dan Koordinator Tim Literasi Sekolah Desmiri Yenti.

Penyematan tersebut sekaligus menjadi mandat bagi ketiga peserta untuk ikut gmengambil peran dalam menghidupkan kegiatan literasi di lingkungan Komunitas Literasi SMPN 3 Kramatwatu.

Dengan demikian, apresiasi yang diberikan tidak hanya menjadi penghargaan atas karya yang dihasilkan, tetapi juga diharapkan menjadi motivasi bagi ketiganya untuk menjadi penggerak dan teladan bagi teman-temannya dalam kegiatan literasi sekolah.

Literasi Berlanjut, Tidak Berhenti pada Pelatihan
Koordinator Tim Literasi SMPN 3 Kramatwatu, Desmiri, menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang telah membersamai peserta didik selama kegiatan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kang Rahel yang telah membersamai dan menginspirasi anak-anak hari ini. Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Sekolah yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga ke depan kegiatan literasi dapat terus berlanjut, termasuk pada sesi berikutnya dengan pendampingan dan penilaian karya cerpen siswa,” ujar Desmiri.

Kegiatan literasi tersebut tidak berhenti pada pelatihan tatap muka. Rabu, 23 September 2026, Tim Literasi SMPN 3 Kramatwatu bersama peserta didik akan kembali mengikuti kegiatan secara daring bersama Nyalanesia sebagai bagian dari rangkaian program GSMB.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, sekolah berharap budaya literasi semakin berkembang dari sekadar gemar membaca menjadi budaya berkarya. Siswa diberi ruang untuk membaca, menemukan ide, menulis, mendapatkan masukan, memperbaiki karya, hingga pada akhirnya mampu menghasilkan karya yang dapat dibaca dan diapresiasi oleh orang lain.

Dari ruang Laboratorium IPA SMPN 3 Kramatwatu, kata-kata hari itu mulai dirangkai menjadi karya. Sebagian mungkin masih sederhana, sebagian lainnya mulai menemukan kekuatannya. Namun semuanya berangkat dari proses yang sama: berani mencoba, berani menulis, dan berani memperbaiki.
Rangkai kata, tuai makna, wujudkan karya.

(Admin)